Home > Climate Change > PANDUAN MENGHITUNG EMISI CO2 UNTUK INDUSTRI MIGAS DI INDONESIA (part 1)

PANDUAN MENGHITUNG EMISI CO2 UNTUK INDUSTRI MIGAS DI INDONESIA (part 1)

Akhirnya datang juga (setelah tiga tahun menunggu) panduan menghitung emisi CO2 yang berasal dari kegiatan industri minyak dan gas bumi (MIGAS) di Indonesia. Perlu di catat di sini bahwa metoda perhitungan ini hukumnya WAJIB karena di atur melalui peraturan MenLH no. 12 tahun 2012. Buat teman-teman praktisi di industri migas yang sudah terbiasa menghitung emisi CO2 dengan mengacu ke Compendium 2009, tidak usah khawatir karena panduan dari KLH ini banyak merujuk ke Compendium ini. Jadi banyak sekali kemiripan antara kedua rujukan ini.

Kita coba kupas seperti apa panduan perhitungan emisi ini di tulisan bagian pertama ini. Sementara bagaimana simulasi perhitungannya kita akan kupas di tulisan yang bagian keduanya nanti. Mohon sabar karena panduan dari KLH ini cukup panjang yaitu 92 halaman untuk lampiran I nya dan yang lebih menyeramkan adalah jumlah halaman dari Compendium 2009, yaitu 807 halaman !

Itulah mengapa banyak pekerjaan inventory emisi gas CO2 ini banyak dilakukan oleh konsultan, bukan hanya karena kompleksitas metoda perhitungan tapi lebih karena banyak sekali item-item data yang harus dikumpulkan dan melibatkan data perhitungan spreadsheet yang sangat berjibun dan banyak. Jadi lebih kepada kendala waktu yang tersedia untuk melakukan inventorynya dibandingkan dengan tingkat kesulitan perhitungannya.

Ok, sekarang kita mulai bahas satu per satu inti sari dari peraturan MenLH no. 12 tahun 2012 ini. Secara garis besar, peraturan ini mengatur panduan menghitung dan melaporkan beban emisi parameter utama (misal SOx, NOx, partikulat) dan gas CO2. Lampiran I menjelaskan panduan perhitungannya sedangkan lampiran 2 untuk panduan pelaporan.

Dalam tulisan ini akan lebih fokus pada perhitungan CO2 dengan asumsi perhitungan parameter lainnya tinggal mencontoh perhitungan untuk CO2 saja. Bolehkah kita menggunakan metoda perhitungan yang berbeda? Boleh sepanjang di ajukan ke dan disetujui oleh KLH. Jika tidak disetujui maka kita harus menerapkan isi dari lampiran I dari peraturan ini.

Pelaporan hasil inventori emisi CO2 ini harus dilaporkan setahun sekali dan akan tercantum dalam ijin lingkungan sebagai salah satu kewajiban bagi perusahaan. Template untuk pelaporan ini di atur di lampiran II dimana beban emisi dilaporkan per masing-masing sumber emisinya.

Sumber-sumber emisi bagi usaha dan/atau kegiatan migas yang harus kita hitung dan dilaporkan beban emisinya adalah sebagai berikut:

  1. unit pembakaran dalam (internal combustion, e.g. gas turbin) dan unit pembakaran luar (external combustion, e.g. boiler);
  2. unit suar bakar (flaring);
  3. unit oksidasi termal (thermal oxidizer) dan insenerator gas kecut (sour or acid gas incinerator);
  4. unit penangkapan sulfur (sulfur recovery) yang dilengkapi dengan thermal oxidizer atau insinerator;
  5. emisi fugitif (fugitive) dari kebocoran peralatan meliputi kebocoran katup, flensa (flange), pompa, kompresor, alat pelepas tekanan, jalur perpipaan terbuka (open ended lines), penghubung pipa (connectors), serta kebocoran dari peralatan proses produksi dan komponen-komponennya;
  6. tangki timbun (storage tank);
  7. proses bongkar muat cairan hidrokarbon;
  8. regenator katalis unit perengkahan katalitik alir (residual fluid catalitic cracking/RFCC); dehidrasi glikol (glycol dehydration); dan
  9. unit pentawaran gas kecut CO2 (unit CO2 Removal).

Dalam perhitungan beban emisi, tingkat akurasi hasil perhitungan ditentukan oleh keakurasian data input. Oleh karenanya, untuk memudahkan perkiraan tingkat akurasi hasil perhitungan beban emisi, digunakan konsep Tier. Semakin tinggi tingkat Tier akan semakin tinggi akurasinya. Sebagai contoh, Tier 1 akan lebih rendah tingkat akurasinya dibanding Tier 2 dan juga Tier 3.

Gas Rumah Kaca (GRK) yang akan dihitung adalah CO2, CH4 dan N2O dan sebagai ilustrasi bagaimana perhitungan akan  dilakukan, kita akan ambil contoh proses perhitungan untuk unit pembakaran (combustion) dengan rumus dasar sebagai berikut:

E,i = FC x EF

Keterangan:

E,i = emisi komponen i (ton).

i = parameter emisi yang dihitung (CO2, CH4, N2O).

FC = pemakaian bahan bakar (scf atau ltr).

EF = faktor emisi dari data kandungan karbon/gas komposisi atau faktor emisi baku yang dipublikasikan dari berbagai referensi (API Compendium, Oil & Gas Producers – OGP, US EPA, dan lain-lain).

Ilustrasi penggunaan system Tier (yang di pengaruhi oleh akurasi data input (FC) dan sumber data dari EF nya) bisa dilihat dari gambar dibawah ini.

tier system

Jika FC diperoleh dari data konsumsi bahan bakar baik yang berasal dari metering unit atau dari estimasi dari data lainnya yang tersedia. Sedangkan data EF untuk combustion unit dari CO2, CH4 dan N2O di ambil dari Tabel VII-6 dan Tabel VII-8 (Compendium 2009) atau Tabel VII-7 dan Tabel VII-9 (OGP Report no. 197). Tabel-tabel tersebut menggunakan pendekatan EF untuk fuel-based.

Perlu di catat bahwa EF data dengan pendekatan Equipment-based juga tersedia di lampiran I peraturan ini. Kedua approach boleh kita pilih untuk digunakan sesuai dengan ketersediaan data yang kita miliki. Jika kita ingin tier yang lebih tinggi (atau lebih akurat) maka EF yang digunakan adalah factor emisi (EF) yang berasal dari kandungan karbon atau komposisi gas, rumus yang bisa dipakai adalah sebagai berikut:

EF from gas compositition

Keterangan:

Wt%Ci = kandungan karbon dari komponen hidrokarbon i dalam persen berat.

i = komponen hidrokarbon.

12 lbC/lbmoleC = berat molekul karbon.

X = koefisien stoichiometry dari karbon (contoh: X=3 untuk C3H8).

MWCi = berat molekul dari komponen hidrokarbon i.

 

HC component

Keterangan:

Wt%Cmixture = kandungan karbon bahan bakar (%w/w) – weighted average carbon dari masing-masing komponen hidrokarbon.

Wt%i = persen berat komponen hidrokarbon i %w/w komponen i.

Wt%Ci = kandungan karbon dari komponen hidrokarbon I dalam persen berat, dihitung menggunakan Rumus 3.

 

Penentuan faktor emisi dari kandungan karbon/gas komposisi hanya berlaku untuk faktor emisi CO2, tidak untuk faktor emisi parameter lainnya. Pola perhitungan seperti di atas akan dipakai juga untuk sumber-sumber emisi lainnya.

 

Hasil perhitungan harus dilaporkan dengan mengunakan template seperti berikut:

report template

Mudah-mudah penjelasan di atas bisa memberikan gambaran bagaimana perhitungan emisi gas CO2 untuk industri migas yang wajib merujuk ke permenLH no. 12 tahun 2012 ini. Sekali lagi simulasi perhitungan akan kita kupas di tulisan bagian keduanya.

Untuk membantu self-learning bisa di dapat dari referensi untuk perhitungan ini di link-link berikut ini.

–          http://www.menlh.go.id/perundang-undangan/peraturan-menteri-negara-lingkungan-hidup/peraturan-menteri-negara-linghttpwwwmenlhgoidhomeadministratorindexphpoptioncomcontentasectionid9ataskeditacid4773kungan-hidup-no-13-tahun-2009/#

–          http://perpustakaan.menlh.go.id/index.php?action=regulation&id=2012090311290962

–          www.api.org/ehs/climate/new/upload/2009_ghg_compendium.pdf

–          http://www.ogp.org.uk/pubs/197.pdf

 

  1. sony
    April 2, 2013 at 12:43 pm

    mana nih bagian keduanya :)?

    • April 7, 2013 at 5:26 pm

      Mohon sabar pak Sony. Sebelum terakhir saya padat sekali travelnya termasuk minggu besok saya akan melakukan GHG inventory di beberapa platform offshore di Indonesia,semoga bisa menambah bahan utk bagian keduanya. terima kasih utk remindernya.

  2. July 1, 2013 at 11:00 am

    simulasi perhitungannya mana yaaa,atau bagian keduanya.thx

    • July 5, 2013 at 2:29 am

      mba Ade dan buat teman2nya maaf sekali saya sedang hetic dan overload dg kerjaan di kantor. Saya usahakan di bulan puasa nanti bisa keluar edisi ke duanya ya. Thanks for reminder.

  3. sri ratna juwita
    July 16, 2013 at 8:40 am

    ditunggu ya part 2 nya….

    • July 20, 2013 at 1:02 pm

      Akhirnya bisa terbit juga part 2. Mohon maaf jika terlalu lama menunggunya. Semoga bermanfaat.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: