Home > EHS Management System > JIKA SAFETY (KESELAMATAN KERJA) BUKAN TANGGUNG JAWAB SEMUA ORANG

JIKA SAFETY (KESELAMATAN KERJA) BUKAN TANGGUNG JAWAB SEMUA ORANG

Pernahkah kita bekerja di perusahaan dengan situasi dimana  jika ada kecelakaan kerja, jika ada training untuk safety atau jika ada kegiatan inspeksi safety, maka semua itu akan diserahkan tanggungjawab dan pelaksanaannya ke orang-orang atau bagian safety. Jika pernah, biasanya, diperusahaan seperti itu tingkat kecelakaan kerjanya tidak bisa dikendalikan dengan baik, bisa terlihat dengan angka kecelakaan kerja yang tinggi atau jika angkanya rendah tapi sebetulnya hanya tinggal menunggu waktu terjadinya berbagai ‘loss’ atau kerugian terkait pekerja seperti luka, cacat bahkan kematian.

Kenapa bisa seperti itu? Jika kita perhatikan sejenak bahwa hampir semua pekerja akan terpapar oleh berbagai bahaya di tempat kerja baik yang beresiko rendah atau tinggi untuk terjadi kecelakaan. Misal orang yang bekerja dengan menggunakan alat berat (misal forklift), bahan kimia atau karena lingkungan kerja yang tidak aman/selamat (terlalu panas atau dingin, banyak benda tajam atau benda berputar/bergerak). Lalu jika keselamatan para pekerja itu sepenuhnya diserahkan ke bagian safety, tentunya sangat mustahil karena tidak setiap saat bagian safety akan melakukan pengawasan di semua area kerja tersebut.

Jadi setiap orang harus bertanggungjawab terhadap keselamatan mereka sendiri-sendiri dengan cara mereka harus tahu bahaya yang ada di pekerjaan masing-masing, harus tahu bagaimana mengendalikan bahaya yang ada, bekerja dengan aman/selamat. Bahkan dalam kondisi tertentu masing-masing pekerja atau bagian harus melakukan inspeksi terhadap area kerja mereka sendiri, melaporkan dan menyelidiki jika terjadi kecelakaan ringan dan sedang.

Lebih jauh dari itu, setiap keputusan dan tindakan dari top management juga harus mempertimbangkan aspek safety ini. Dengan begitu safety menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan yang ada di sebuah perusahaan.

Pertanyaan berikutnya adalah kalau begitu apa dong kerjaannya bagian safety? Tenang saja, tetap ada kok. Jadi bagian safety lebih berperan sebagai perancang sistem, fasilitator, trainer, penasehat, konsultan dan pengawas/inspektor/auditor/investigator. Cukup banyak kan?

Perancang sistem terutama untuk semua prosedur yang terkait dengan mekanisme identifikasi bahaya, penilaian resiko, training, inspeksi, audit, pelaporan dan penyelidikan kecelakaan dll. Fasilitator dalam hal penyediaan alat pelindung diri (sepatu safety, topi, sarung tanggan dll.). Menjadi trainer untuk para leader dari masing-masing bagian atau trainer untuk tingkat manajemen menengah ke atas. Jika ada kesulitan atau masalah terkait safety tentunya bagian safety harus bisa menjadi penasehat atau konsultan. Terakhir, sesuai porsinya, bagian safety akan menjadi pengawas / inspektor / auditor / investigator. Misal hanya investigasi kecelakaan berat yang akan melibatkan bagian safety.

Sekarang kita tinggal menilai, perusahaan kita termasuk yang mana, safety menjadi tanggung jawab semua orang atau hanya bagian safety saja?

Categories: EHS Management System Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: