Home > Uncategorized > KEGAGALAN UMUM DAN SOLUSINYA DALAM AUDIT INTERNAL

KEGAGALAN UMUM DAN SOLUSINYA DALAM AUDIT INTERNAL

Bagi banyak perusahaan, kegiatan audit internal merupakan kegiatan rutin. Sayangnya banyak perusahaan juga yang belum mendapatkan manfaat yang optimal dari kegiatan audit ini. Misalnya temuan audit internal lebih kepada temuan dokumentasi yang tidak signifikan bagi perusahaan. Kalaupun auditor internal berhasil menemukan problem atau temuan yang signifikan tapi tindak lanjut perbaikannya yang tidak serius. Singkat kata perusahaan sangat sedikit mendapat manfaat dari audit tersebut.

 

Berdasarkan pengalaman dan pengamatan dilapangan, kondisi di atas disebabkan oleh berbagai kegagalan yang sering terjadi, misalnya:

 

Kegagalan 1)

 

Auditor tidak mendapatkan arahan yang jelas mengenai persyaratan standar dan prosedur yang mana saja yang harus di audit.

 

Solusi 1)

Jadwal audit bisa diperbaiki dengan menambahkan pasal-pasal terkait dari standar yang digunakan sebagai kriteria audit dan prosedur terkait di departemen atau area yang akan kita audit.

 

Kegagalan 2)

Alokasi waktu bagi auditor dibuat sama antara kegiatan yang besar dampak/resiko ke lingkungan dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan kegiatan lain yang dampak/resikonya kecil.

 

Solusi 2)

Alokasi waktu untuk kegiatan yang dampak/resiko ke lingkungan dan K3 dibuat lebih panjang, misal menjadi 3-4 jam sedangkan untuk kegiatan lainnya 1-2 jam saja.

 

Kegagalan 3)

Kegiatan atau area yang masih belum baik kinerjanya (misal selalu ditemukan banyak masalah atau temuan) diperlakukan sama dengan area yang lebih bagus kinerjanya (misal frekuensi auditnya dibuat sama padahal area/kegiatan yang masih belum baik kinerjanya harus lebih sering diaudit).

 

Solusi 3)

Jika audit internal dilakukan setiap 6 bulan sekali maka untuk area yang bermasalah bisa dibuat lebih sering, misal menjadi 3 bulan sekali dan area lainnya bisa 1 tahun sekali.

 

 

Kegagalan 4)

Tidak adanya mekanisme untuk mengecek apakah auditor internal sudah mengaudit sesuai dengan jadwal audit dan sudah mengecek persyaratan standar dan prosedur terkait.

 

Solusi 4)

Bisa disediakan ceklist untuk auditor sehingga kita bisa evaluasi kebutuhan di atas melalui ceklist yang sudah di isi.

 

Kegagalan 5)

Kompetensi auditor internal belum ditetapkan dan tidak selalu sesuai dengan area yang akan diauditnya, misal auditor yang akan mengaudit identifikasi dan evaluasi pemenuhan peraturan lingkungan dan K3 ternyata tidak menguasai isi dari peraturan LK3.

 

 

Solusi 5)

Harus ditetapkan kualifikasi dari auditor terkait dengan pengalaman audit dan training yang harus diikuti. Jika ditemukan ada gap maka harus dihilangkan gap itu dengan pemberian training misalnya. Jika kualifikasinya sudah memenuhi, dipastikan auditor tersebut dijadwalkan untuk audit sesuai dengan kompetensinya.

 

Kegagalan 6)

Checklist atau daftar isian untuk audit internal sudah dibuat tetapi tidak spesifik untuk area yang akan diaudit, misal cheklist hanya berisi persyaratan standar saja (misal standar ISO 14001 atau OHSAS 18001, parameter kritis dari prosedur terkait atau kegiatan/area terkait tidak tercakup di cheklist ini).

 

 

Solusi 6)

Ceklist dibuat berdasarkan pasal-pasal yang betul-betul relevan dengan area/kegiatan yang akan diaudit dan bisa ditambahkan item-item yang penting dari prosedur-prosedur yang terkait.

 

 

Kegagalan 7)

Kegiatan audit internal tidak pernah dievaluasi, apakah proses audit internal sudah dilakukan sesuai rencana, apakah kompetensi auditor sudah cukup dan apakah kegiatan audit internal berikutnya diperbaharui sesuai dengan umpan balik dari evaluasi audit sebelumnya.

 

Solusi 7)

Harus ditetapkan siapa yang akan melakukan evaluasi terhadap proses audit internal termasuk evaluasi untuk kompetensinya. Setiap ada kekurangan harus dipebaiki dan diakomodasikan dalam kegiatan audit internal berikutnya.

 

Nah, dengan uraian di atas semoga kegiatan audit internal di perusahaan kita bisa lebih ‘bergigi’ dan memberikan nilai tambah yang lebih bagi perusahaan. Contoh-contoh detail untuk  solusi-solusi di atas bisa ditemukan di standar ISO 19011. Selamat mencoba!

Categories: Uncategorized Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: