Home > EHS Management System > PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3 VS KINERJA K3

PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN K3 VS KINERJA K3

Bagaimana bisa terjadi jika ada perusahaan yang menerapkan sistem manajement K3 yang mengacu ke standar OHSAS 18001 misalnya, tetapi kinerja K3nya malah menurun (misal tingkat kecelakaan kerja bertambah)?

Perusahaan XYZ yang berlokasi di Jakarta misalnya mulai menerapkan standar OHSAS 18001 di bulan Agustus 2009. Ternyata frekwensi terjadinya kecelakaan (FR) ternyata bertambah dibandingkan di tahun 2008 dan semester I 2009.

Setelah dicek lebih lanjut, data kecelakaan sebelum Juli 2009 ternyata tidak mewakili kondisi yang sebenarnya karena kemungkinan besar ada berbagai kecelakaan sedang dan ringan yang tidak dilaporkan dengan berbagai alasan. Sedangkan setelah bulan Agustus 2009, sosialisasi yang berhasil ke semua lapisan karyawan tentang pentingnya melaporkan kecelakaan, telah berdampak data kecelakaannya bertambah (sesuai dengan jumlah kecelakaan yang riil terjadi).

Dengan diterapkan sistem manajemen K3 dimana semua potensi bahaya akan diidentifikasi dan disiapkan kontrolnya untuk bahaya dengan tingkat resiko yang “unacceptable”. Bahkan dari kecelakaan yang terjadi, upaya investigasi secara mendalam dilakukan untuk mencegah berulangnya kecelakaan yang sama. Alhasil, di semester I 2010, secara drastis FRnya turun.

Nah dari gambaran tersebut terlihat kalau kenaikan FR di periode semester II 2009 bukan merupakan kontradiktif dalam penerapan sistem manajemen K3.

Sementara di perusahaan PQR, dalam kurun waktu yang lebih panjang, katakanlah 6 tahun, tren FRnya mengalami kenaikan secara gradual padahal selama 6 tahun pula telah diterapkan sistem manajemen K3.

Kenapa bisa seperti itu? Seharusnya penerapan sistem bisa meningkatkan kinerja (misal indikartor FRnya menurun). Jika yang terjadi sebaliknya maka ada yang harus dievaluasi apakah ada design sistem yang tidak pas untuk di perusahaan PQR atau sistem sudah sesuai/pas tapi implementasinya yang semakin melemah. Yang pasti, ada sesuatu yang harus diperbaiki di perusahaan PQR tersebut dan bukan standar OHSASnya yang jadi kambing hitam. Bagaimana setuju?

Bagaimana strategi agar kita penerapan sistem manajemen K3 bisa selalu meningkatkan kinerja K3nya? Simak di artikel mendatang tentang penerapan sistem manajemen yang efektif.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: