Home > Inspiration > Puasa sunnah dan syukur

Puasa sunnah dan syukur

Seorang teman bercerita tentang rasa penasarannya terhadap orang-orang yang mau bersusah payah untuk berpuasa sunnah senin kamis. Apa sih motivasi orang-orang itu? Kalau puasa di bulan ramadhan sih itu masih kuat lah, kan banyak orang terpaksa atau tidak, harus berpuasa beramai-ramai. Sampai ada orang yang sholatnya sering gak jelas, bela-belain puasa walaupun tetap mereka gak sholat. Malu dong kalo gak puasa. Gitu katanya.

Nah, kembali ke orang-orang yang rajin puasa senin kamis itu. Kenapa mereka melakukan itu? Ada teman yang bilang, selain niat  karena Allah yang mensyariatkan puasa sunnah ini melalui nabi Muhammad saw, kadang mereka berpuasa sunnah untuk menguatkan hati saat sedang mendapat cobaan dari Allah atau untuk lebih mudah dikabulkan doanya oleh Allah. Nah, alasan yang terakhir ini ternyata tidak hanya menjadi dasar motivasi berpuasa sunnah umat muslim saja. Bagi non muslim pun mereka biasa melakukan dengan tujuan yang sama.

Yang menarik adalah alasan seorang teman yang bercerita bahwa dasar yang paling untuk dia berpuasa senin kamis adalah bukan telah disebutkan tadi tapi ternyata dia melakukannya (selain niat karena Allah) karena semata-mata hanya untuk menunjukkan rasa terima kasihnya kepada Allah atas segala karunia dan nikmat yang telah diberikanNya. Ternyata motivasi ini jauh lebih memberikan energi yang lebih saat menjalani proses puasanya. Dia akan sangat sedih jika sampai melewatkan rutinitas puasa sunnah ini dan akan selalu menunggu-nunggu saat untuk melakukannya lagi.

Saya jadi teringat cerita saat Nabi kita tercinta (note: redaksinya mungkin tidak persis sama seperti yang ada di hadist), Muhammad, shalat tahajud dan saat itu Aisyah sang istri menangis karena melihat kaki Nabi terlihat bengkak karena setiap hari di penghujung malam selalu sholat tahajud. Akhirnya Aisyah bertanya, wahai kekasih Allah, kenapa engkau bersusah payah melakukan ini semua, bukankah Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan engkau mendapat tempat yang khusus di sisiNya. Dan jawaban nabi kita sangat sederhana: Aisyah, tidak bolehkah aku menjadi hamba Allah yang bersyukur kepadaNya.

Categories: Inspiration
  1. December 10, 2010 at 6:31 am

    tulisan puasa sunat, mungkin puasa sunnah ya….
    kalau ada yg puasa sunnah tapi nga sholat berarti masih memahami lagi ilmu agamanya…kr yang utama adalah yg wajib bukan yg sunnah

    • December 13, 2010 at 2:04 pm

      Iya Mir, yang bener adalah sunnah bukan sunat (aku edit deh….makasih ya).

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: