Home > Climate Change > CARA MUDAH HITUNG EMISI KARBON

CARA MUDAH HITUNG EMISI KARBON

Siapa yang mau berkontribusi untuk mengurangi dampak negatif dari fenomena perubahan iklim, seperti meningkatnya bencana banjir, kekeringan, gagal panen, naiknya permukaan air laut dll ? Kalau berminat, bisa dimulai dengan menghitung jumlah emisi karbon (CO2) dari rumah kita atau dari kegiatan di perusahaan dimana kita bekerja. Bingung cara menghitungnya? Tenang saja, tidak sesulit yang dibayangkan kok.

Kita awali dengan menghitung karbon dari perusahaan dulu deh, dengan asumsi jumlahnya akan jauh lebih besar dibandingkan emisi karbon dari rumah kita. Banyak rujukan yang menyarankan kita untuk mengelompokan sumber emisi menjadi 3 kelompok, yaitu scope 1, 2 dan 3.

Scope 1 adalah emisi karbon dari kegiatan dimana kita punya kendali penuh, misal pengoperasian boiler, genset atau alat/fasilitas lainnya yang menggunakan bahan bakar fosil termasuk kendaraan milik perusahaan untuk transportasi orang/barang. Sumber lainnya bisa dari proses produksi yang mengemisikan gas-gas rumah kaca (GRK) lainnya , seperti CH4, PF5 dll (lihat tabel 1). Data yang kita perlukan adalah data jumlah bahan bakar fosil yang dipakai, misal berapa liter solar dalam 1 tahun. Data ini bisa didapat dari bukti pembelian solar dari bagian keuangan atau pembelian.

Scope 2 adalah emisi yang berasal dari energi yang kita beli atau datangkan dari luar, misal listrik yang kita pakai dari PLN atau steam dari pemasok luar. Data yang diperlukan adalah data jumlah listrik (dalam kWh) per tahun yang bisa di dapat dari tagihan listrik PLN.

Scope 3 adalah emisi yang berasal dari kegiatan pemasok yang memasok barang ke perusahaan kita. Biasanya emisi dari scope 3 ini jarang dihitung, selain karena faktor kesulitan dalam akses data juga karena jumlahnya yang relatif kecil.

Data lainnya yang harus ada adalah Faktor Konversi (lihat tabel 2 dan 3) untuk konversi satuan KWh dan volume bahan bakar ke jumlah emisi CO2 (ton ekivalen). Jika emisi yang kita hitung adalah GRK diluar CO2 maka kita perlu data Global Warming Potensial (GWP) (lihat tabel 1).

Jadi rumus untuk di scope 1, yaitu CO2 ton e = jumlah bahan bakar fosil (liter) x Faktor konversi (sesuai jenis bahan bakarnya) x GWP/1000

Rumus untuk scope 2, yaitu CO2 ton e = jumlah pemakaian listrik (kWh) x faktor konversi (kg/KWh)/1000

Contoh perhitungannya bisa dilihat di tabel 2 dan 3. Mudah bukan! Kalau masih ada yang bingung atau kurang jelas atau kondisi di perusahaan kita yang unik/spesifik, bisa kita diskusikan di blog ini, OK!

Oya, setelah kita hitung emisi karbonnya, kita bisa tahu berapa besar kontribusi kita terhadap pemanasan global dan perubahan iklim. Setelah itu kita bisa mengidentifikasi potensi-potensi pengurangan emisi karbon dan menetapkan target berapa besar target pengurangan. Bagaimana kita melakukan ini, kita bahas di artikel berikutnya. Salam Hijau.

Tabel 1. Daftar Gas Rumah Kaca (GRK) dan GWP

 

Tabel 2. Contoh Perhitungan Untuk Pemakaian Solar

 

Tabel 3. Contoh Perhitungan Untuk Konsumsi Listrik

About these ads
Categories: Climate Change Tags:
  1. November 27, 2010 at 7:57 am

    untuk memulai rasa cinta kita terhadap bumi,,harus kita awali dari sekarang,agar anak cucu kita mengikuti jejak langkah leluhur mereka dengan bijaksana.tak ada yang rumit apabila kita inginkan dengan keras hati..!!!

    • November 27, 2010 at 8:50 am

      Setuju sekali, mari kita semua berbagi pengetahuan yang memudahkan orang lain untuk berkontribusi untuk dunia kita yang lebih baik. Salam Hijau

      • rahadian
        November 13, 2011 at 8:20 am

        kang randy, setelah tahu cara menghitung karbon, sekarang bagaimana caranya menghitung berapa banyak pohon yang harus ditanam berdasarkan emisi karbon yg telah kita ketahui?

      • November 18, 2011 at 12:39 pm

        Pertama kita harus tahu satu pohon bisa menyerap berapa banyak co2, sbg contoh ada literatur yg menyebutkan 1 pohon usia 0-5 thn bisa menyerap 2,5 kg co2/pohon/tahun, utk pohon dg usia 45-50 tahun bisa 14 kg co2/pohon/tahun

  2. January 17, 2012 at 4:10 pm

    contoh perhitungan untuk pemakaian gas natural nya mungkin bisa di share Pak Randy

    • January 23, 2012 at 8:41 am

      Dear pak Sudarma,

      Berikut contoh perhitungan utk natural gas (asumsi ada 2 genset, yaitu genset 1 dan 2). Jumlah konsumsi per tahun dikalikan dengan faktor emisi akan diperoleh jumlah ton CO2 pertahun totalnya (lihat beberapa tabel di bawah ini). Semoga membantu ya…

      Konsumsi natural gas dlm 1 tahun (MMscf/year)
      No. Sumber Emisi 2001 2002 2003
      1 Genset 1 406 413 381
      2 Genset 2 35 22 16
      Jumlah 441 435 397

      Emisi karbon dalam satu tahun (tonnes CO2)
      No. Sumber Emisi 2001 2002 2003
      1 Genset 1 24746 25775 25156
      2 Genset 2 2163 1396 1025
      Jumlah 26909 27171 26181

      Faktor emisi natural gas berdasarkan komposisi dari natural gas:

      2001 60,99 tonnes CO2/MMscf
      2002 62,39 tonnes CO2/MMscf
      2003 65,94 tonnes CO2/MMscf

  3. rihan
    February 22, 2012 at 3:46 pm

    bisa dicantumkan sumber/literatur aslinya, pak? terima kasih

    • March 20, 2012 at 3:30 pm

      Data yang ada di artikel saya berdasarkan dari project carbon footprint yg saya tangani. Literatur yg dijadikan rujukan ada beberapa misal ghg calculation dari defra, iso 14064 series dll.

  4. setyo
    April 23, 2012 at 7:13 am

    Pak randy, klo untuk boiler bahan bakar batubara, kendaraan bermotor bahan bakar solar dan premium, faktor pengalinya pake yang mana ya…mohon dibantu….klo mw hitung emisi karbon suatu wilayah, bgm caranya ya……

    • April 30, 2012 at 12:35 pm

      Pak Setyo, semua faktor pengalinya memakai Emission Factor (EF). Emission factor untuk batubara, solar dan premium akan berbeda-beda. Jika tidak tersedia data spesifik utk EF dari masing-masing bahan bakar tadi maka kita bisa menggunakan EF dari referensi lainnya misalnya dari IPCC guideline dll.

  5. setyo
    April 23, 2012 at 7:14 am

    mohon bantuannya dan berbagi ilmu pengetahuannya…

  6. zubaidah
    July 2, 2012 at 9:53 am

    Salam, kenal. Kegiatan yg saya lakukan adalah melihat pengaruh pembangunan perumahan perkotaan terhadap timbulan emisi CO2. Apakah Pak Randy punya pengalaman atau data dalam hal perumahandan permukiman? mohon infonya ya…TK

    • July 5, 2012 at 7:11 am

      Data emisi dari perumahan masih jarang. Data yg tersedia masih seputar sektor oil dan gas dan industri (data dari website klh dan unfccc). Walaupun demikian di thn 2000 pernah ada baseline house energy consumption oleh dr. Andrew marsh. Dari energi consumption bisa dikonversi ke emisi co2. Coba dicek ke websitenya di http://www.ecotect.com. Good luck ya.

      • Muhyiddin Azmi
        July 15, 2013 at 11:42 am

        Terimakasih atas info dan pembelajarannya

      • July 20, 2013 at 1:01 pm

        Sama-sama pak Muhyiddin. Jika dirasa bermanfaat bisa di share ke teman yg lainnya juga.

  7. Rudianto
    July 8, 2012 at 8:47 pm

    Terima kasih buat info yang sangat membantu Pak Randy.
    Kalau saya boleh tahu, dimana boleh saya jumpai literatur yang menyebutkan 1 pohon usia 0-5 thn bisa menyerap 2,5 kg co2/pohon/tahun, utk pohon dg usia 45-50 tahun bisa 14 kg co2/pohon/tahun?
    Dari buku atau jurnal ilmiah Pak? Apa judul buku atau jurnalnya Pak?
    Terima kasih sebelumnya.
    Salam hijau

    • July 19, 2012 at 10:23 am

      Pak Rudianto,
      Ada beberapa literature yg bisa dijadikan rujukan misalnya:
      – link di http://www.wildflower.org/expert/show.php?id=1634
      – Nowak, David J., “Benefits of Community Trees”, (Brooklyn Trees, USDA Forest Service General Technical Report.

      Utk sharing saja, pada tahun 2011 saya pernah melakukan due diligence lingkungan utk sebuah perkebunan karet di Indonesia dari literature David Nowak saya mendapat data bahwa “healthy tree may absorb 2.6 tons CO2 per acre per year” Jadi dari total luas perkebunan yg saya audit, bisa diketahui secara kasar jumlah CO2 yg bisa diserap oleh pohon yg ada.

  8. Ary
    August 4, 2012 at 10:13 am

    pak,saya mw tanya, di pembangkit tempat saya bekerja mengunakan 3 jenis bahan bakar, pada tahun 2004 menggunakan HFO, kemudian 2005-2006 di konversi ke LFO dan mulai 2007 sampai sekarang menggunakan bahan bakar LFO dan Natural gas dengan perbandingan konsumsi 1% HFO dan 99% Natural gas. yang ingin saya tanyakan bagaimana cara perhitungan jumlah emisi/tahun dari ketiga bahan bakar tersebut? dan yang kedua, saya ingin menghitung jumlah emisi CO2, NOx, SOx dan dust dalam tiap tahunnya. adakah literatur tentang faktor konversi CO2, NOx,SOx dan dust dari ketiga jenis bahan bakar tersebut tersebut?
    mohon jawaban dari bapak…
    terimakasih..

    • August 5, 2012 at 9:46 am

      Pak Ary, pada prinsipnya perhitungan emisi karbon (CO2 e) utk semua tahunnya sama yaitu: Activity data dikalikan dengan emission factor (AD x EF). Misal kita ambil contoh untuk tahun 2004, konsumsi HFO = 200,000 kiloliter, EF utk HFO diambil dari guidelines IPCC, table 2.2, page 2.16 (bisa didownload di http://www.ipcc-nggip.iges.or.jp/public/2006gl/pdf/2_Volume2/V2_2_Ch2_Stationary_Combustion.pdf), yaitu HFO (diasumsikan diesel oil) = 74,100 kg CO2 / TJ.
      Selanjutnya kita harus merubah satuan 200 000 kiloliter ke Tera Joule (TJ). Untuk merubah dari satuan volume ke satuan energi kita harus kalikan dengan nilai Higher Heating Value (HHV) dari diesel, yaitu 3.87 x 10^10 J/m3. Volume HFO = 200,000 kl = 2,000 m3. Jadi energi yg dihasilkan dari HFO adl 2,000 m3 x 3.87 x 10^10 J/m3 = 7.74 x 10^13 J = 77.4 TJ. Emisi CO2 = Activity data (77.4 TJ) x EF CO2 (74,100 kg/TJ)= 5,735,340 kg CO2 = 5,735 ton CO2.

      Jangan lupa Gas rumah kaca lainnya yg terkandung dlm HFO yaitu CH4 dan N2O dg EF masing-masing 3 kg/TJ dan 0.6 kg/TJ (diambil dari table yg sama dg CO2). Kalikan dg pola yg sama spt yg CO2 sehingga akan didapat ton CH4 dan ton N2O lalu dikalikan dengan nilai Global Warming Potential (GWP) dari CH4 dan N2O, yaitu 25 dan 298. Akhirnya akan didapat ton CO2 eqivalen (CO2 e) = 5,735 ton CO2 + a ton CO2 (dari CH4) + b ton Co2 (dari N2O) = c ton CO2.

      Utk thn 2006 berarti ada 2 activity data, yaitu HFO dan Natural gas. Lakukan perhitungan dg cara di atas dan jumlah hasilnya untuk mendapat total CO2 utk 2006.

      Catatan: Aturan desimal mengikuti standard USA, jadi tanda titik (.) sbg desimal dan koma (,) sebagai tanda ribuan. Perhitungan di atas diasumsikan akurasinya Tier 1 yaitu dengan mengambil EF default dari IPCC. Semakin tinggi Tier nya maka semakin akurat hasilnya.

      Jika para pembaca blog saya berminat bisa di atur utk kopi darat dengan saya, dg alokasi waktu 2-3 jam saya akan terangkan lebih detail kalkukasi di atas (free of charge … :) ). Silahkan saja diatur karena banyak sekali yang bertanya utk topik ini di blog saya. Selamat mencoba.

  9. andra
    October 14, 2012 at 11:18 am

    trima kasih atas info nya pak
    saya ingin bertanya berapa faktor emisi dari pupuk urea dan ada ga daftar faktor emisi?
    trimakasih atas bantuannya pak

    • October 30, 2012 at 9:01 am

      pak Andra, coba di download file V3_3_Ch3 Chemical Industry.pdf yang merupakan bagian dari IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories 2006. Facktor emisi lainnya di IPCC guidelines tadi dan dibagi sesuai sektor industrinya mulai dari industry mineral, chemical, metal, non-energy product, electronics, ODS dan other product.

  10. sammy
    February 27, 2013 at 1:52 pm

    makasih pa,. cuma saya masih bingung untuk perkebunan kelapa sawit karena kalo cuma masuk2in data saya gak tau dari mana angka itu berasal..(saya pake Palm Beta GHG nya RSPO..)..ada link tabel untuk angka GWP pupuk gak pa?..trus knp ada angka pengurangan nilai GHG dari setiap ton cangkang yang kita jual? mungkinkah angka GHG minus? terimakasih pa..salam kenal..maaf mengganggu

    • March 2, 2013 at 9:30 pm

      Pak Sammy bisa diupload atau di attached tabelnya spt apa biar saya lebih mudah merespon pertanyaannya. Ghg yg diemisikan bisa menjadi minus ketika proses penyerapan oleh pohon lebih banyak dibandingkan dg yg diemisikannya oleh aktivitas di perkebunan sawitnya.

  11. DJ
    June 6, 2013 at 8:15 pm

    Pak, Perusahan saya pake sludge kering yang dipake untuk bahan bakar di chain grade boiler. Bapak tau tidak faktor emisi sludge kering (dari waste water treatment)

  12. March 10, 2014 at 3:00 pm

    Pak Randy,
    Saya sedang mengerjakan data PPU untuk PROPER 2014. Seperti tahun sebelumnya, Saya sudah menghitung beban emisi per tahun untuk masing2 parameter emisi SO2, NO2 dan partikulat ( dalam satuan ton / tahun ). Dan ada permintaan baru yaitu untuk perhitungan beban emisi (ton eq CO2) untuk masing – masing parameter tsb di atas. Apakah ada formulasi untuk mengkonversi menjadi ton eq CO2 ?

    • April 19, 2014 at 6:17 am

      Pak Guritno, maaf nih delay utk response pertanyaannya. Data yg bisa dikonversi ke ton eq CO2 adalah data2 yg terkait dg Gas2 rumah kaca (GRK)saja seperti CO2, CH4 dan N2O. Untuk SO2, NO2 dan partikulat tidak perlu dikonversi ke ton eq CO2 krn bukan GRK. Untuk cara konversi dari GRK bisa di lihat di tulisan saya terkait dg perhitungan mudah utk GRK di blog ini ya, dimana harus di cari dulu ACTIVITY DATA (misal fuel consumption etc.) dan nanti dikalikan dengan Faktor emisi (EMISSION FACTOR).

  13. endah
    March 27, 2014 at 2:32 pm

    pak randy,…di tempat saya mengkonsumsi batubara sebanyak 32400ton’/thn….bagaimana cara menghitung emisi GRK nya,…terimakasih

    • April 20, 2014 at 7:32 pm

      Bu Endah, dg asumsi batubara tsb dipakai sebagai sumber energy dengan proses pembakaran maka formula yang di pakai adalah :
      emisi CO2=[Activity data]x[net calorific value]x[faktor emisi CO2] atau
      [Konsumsi batubara 32,400 ton/thn] x [2.64x10^-2 TJ/ton] x [94.6 ton/TJ] = 80,917 ton CO2.

      emisi CH4=[Activity data]x[net calorific value]x[faktor emisi CH4] atau
      [Konsumsi batubara 32,400 ton/thn] x [2.64x10^-2 TJ/ton] x [1 ton/TJ] = 855 ton CH4.

      emisi N2O=[Activity data]x[net calorific value]x[faktor emisi N2O] atau
      [Konsumsi batubara 32,400 ton/thn] x [2.64x10^-2 TJ/ton] x [1.5 ton/TJ] = 1,283 ton N2O.

      total CO2 eqivalen = [80,917 ton CO2] + [855 x 21] + [1,283 x 310] = 80,917 + 17,955 + 397,730 = 496,602 ton CO2 ekivalen.

      Data2 referensi: Faktor emisi diambil dari IPCC. Net calorific value diambil dari Compendium 2009. GWP CH4 = 21 dan GWP N2O = 310.

  14. jayanti
    June 20, 2014 at 12:11 pm

    cara menghitung CO2 listrik dan bbm untuk tahun 2014 memakai faktor konversi nya berapa pak?

    • June 29, 2014 at 9:33 am

      Bu Jayanti, jika listriknya dari PLN maka kita harus tahu lokasinya dimana, jika di Jawa Bali, bisa didapatkan di website PLN utk faktor emisinya di Jaringan (grid) JAMALI. Utk BBM, tergantung jenis BBMnya, bisa bensin, solar dll. Faktor emisinya bisa di dapat di situs IPCCC. COntoh perhitungannya bisa di lihat di artikel Cara mudah hitung karbon di blog saya ini.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: