Home > EHS Management System > MENGUKUR MANFAAT PENERAPAN Sistem Manajemen Lingkungan (SML)

MENGUKUR MANFAAT PENERAPAN Sistem Manajemen Lingkungan (SML)

Sejak awal sistem manajemen lingkungan (SML) dibuat dan diterapkan di berbagai perusahaan, salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah agar pencapaian dari kinerja lingkungan semakin meningkat dari waktu ke waktu. Misal jika diambil indikator kinerja tersebut adalah pemenuhan terhadap peraturan lingkungan, berarti diharapkan agar dari waktu ke waktu semakin meningkat persentase pemenuhan terhadap peraturan tersebut. Tetapi apakah tujuan tersebut dapat dicapai di perusahaan-perusahaan yang menerapkan SML tadi? Lalu bagaimana kita bisa mengukur apakah tujuan tersebut sudah tercapai atau tidak atau untuk mengetahui berapa besar pencapaiannya?

Pertanyaan-pertanyaan di atas memang tidak mudah untuk dijawab karena walaupun penerapan SML di sebuah perusahaan di audit secara periodik oleh pihak independen (misal Badan Sertifikasi), tetapi kegiatan audit tadi lebih menekankan pada pemenuhan persyaratan-persyaratan standar internasional yang diacu dalam penerapan SML tersebut (misal ISO 14001). Lalu bagaimana kita bisa mengukur apakah kita telah mendapatkan manfaat dari penerapan SML dimana kinerja lingkungan menjadi lebih meningkat.

Sebenarnya jika mengkaji lebih dalam persyaratan-persyaratan dari salah satu standar internasional untuk SML, misal ISO 14001, dimana didalamnya sudah dirancang agar setiap perusahaan yang menerapkan standar ISO 14001 bisa meningkatkan pemenuhannya terhadap peraturan lingkungan.

Seperti kita tahu bahwa standar ISO 14001 didasarkan pada metodologi Plan–Do-Check-Act or PDCA. Jadi pada tahapan “Plan”, setiap perusahaan yang menerapkan ISO 14001, akan melakukan identifikasi terhadap peraturan-peraturan lingkungan atau persyaratan lainnya yang berlaku atau relevan bagi perusahaan tersebut. Lebih jauh dari itu, idealnya, perusahaan tersebut harus bisa mengidentifikasi pasal-pasal dari peraturan terkait yang relevan dengan kondisi alami atau aspek dan dampak lingkungan perusahaan tersebut.

Sebagai contoh untuk perusahaan manufaktur yang memproduksi barang elektronik untuk rumah tangga (misal AC dan pompa air), misal dari 100 buah peraturan terkait lingkungan baik yang dikeluarkan oleh Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) atau dari pemerintah daerah (misal Gubernur atau walikota/bupati), ternyata hanya 40 buah peraturan yang berlaku atau relevan bagi perusahaan elektronik tersebut. Mengapa seperti itu? Karena, misalnya Peraturan tentang kebauan (KepMenLH no. 50/1996) tidak relevan dengan asumsi tidak ada parameter kebauan seperti amoniak, metil merkaptan, hidrogen sulfida, metil sulfida, stirena yang di keluarkan dari perusahaan elektronik tersebut. Contoh lainnya misalnya PermenLH no. 12/2006 tentang pembuangan limbah cair ke laut, juga tidak berlaku karena perusahaan elektronik tersebut membuang limbah cair yang sudah diolah ke sungai dan bukannya ke laut. Pendek kata, akhirnya hanya 40 buah peraturan saja yang relevan bagi perusahaan tersebut.

Setelah itu kita harus ambil satu contoh peraturan yang berlaku, misal Peraturan mengenai Ketel uap (PermenLH no. 7/2007) yang terdiri dari 8 pasal. Ternyata tidak semua pasalnya relevan dengan perusahaan elektronik tersebut karena dengan asumsi ketel uapnya menggunakan bahan bakar gas maka hanya 3 pasal saja yang relevan, yaitu pasal 2 (ayat 1f), pasal 3 (ayat 1f) dan pasal 6. Pada akhirnya kita akan merinci dari 40 peraturan tadi, pasal-pasal apa saja yang relevan. Misal diperoleh total ada 100 pasal yang relevan.

Tahapan berikutnya adalah ”Do” dimana kita harus melakukan kegiatan identifikasi peraturan lingkungan yang relevan dengan kegiatan perusahaan. Untuk mengetahui apakah yang kita rencanakan di tahapan ”Plan” sudah sesuai dengan yang di tahapan ”Do”, maka kita harus melakukan tahapan ”Check”. Pada tahapan ini kita akan mengevaluasi sejauh mana implementasi dari peraturan-peraturan lingkungan yang relevan.

Jika tadi diperoleh ada 100 pasal yang relevan dari total 40 peraturan lingkungan yang relevan bagi perusahaan elektronik tersebut, maka proses evaluasi pemenuhan ini bisa dibuat secara kuantitatif dengan dengan mengidentikasi berapa peraturan yang sudah dipenuhi, misal baru 70 pasal yang dipenuhi, maka bisa dihitung bahwa persentasi pemenuhannya baru 70 % (di dapat dari 70 pasal yang sudah dipenuhi dibagi total pasal yang ada, yaitu 100 pasal dan di kali 100%).

Berarti ada 30 pasal yang belum bisa dipenuhi, jadi gap inilah yang menjadi input ke tahapan berikutnya, yaitu ”Act”. Pada tahapan ini, perusahaan elektronik tersebut harus menindaklanjuti setiap gap yang ditemukan. Standar ISO 14001 memberikan alternatif mekanisme tindak lanjutnya yaitu dengan menetapkan Tujuan, sasaran dan program jika dirasakan untuk tindak lanjutnya perlu waktu yang cukup panjang dan diperlukan biaya yang cukup besar. Alternatif lainnya dengan tindakan korektif dengan melakukan analisa akar masalah, penetapan rencana perbaikan, pelaksanaan dan verifikasi.

Jadi dari uraian di atas, terlihat jika SML diterapkan dengan sungguh-sungguh dan konsisten, maka pemenuhan terhadap peraturan lingkungan akan semakin meningkat. Dari ilustrasi yang telah diberikan, kita bisa mengukur bagaimana status pencapaian pemenuhannya sehingga kita bisa membandingkannya dari waktu ke waktu. Dari sinilah kita bisa mengklaim sejauh mana manfaat yang bisa kita dapat dari penerapan SML.

Walaupun demikian jika kita sudah ada di level pemenuhan terhadap peraturan lingkungan sudah 100% lalu bagaimana kita bisa mengukur manfaat lainnya dari penerapan SML. Ada yang punya ide? Nanti kita coba cari jawabannya bersama-sama. Mudah-mudahan di topik ke depan kita bisa membahas masalah ini.

About these ads
Categories: EHS Management System
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: